21.35
0

Pisang Mas Kirana Rambah Mancanegara

Pisang Mas Kirana Rambah Mancanegara
Pisang Mas Kirana, Rambah Mancanegara. indonesiaimages.net
AyoGitaBisa.com - Pisang sebagai ikon kabupaten Lumajang rupanya bukan isapan jempol belaka. Di wilayah seluas 1.790,90 kilometer persegi itu tak sulit mencari keberadaan pohon pisang yang tumbuh subur. Bahkan, kualitas buah pisang di sana lebih baik di banding daerah lain.
Alasannya, letak geografis kabupaten berpenduduk 1.046.460 jiwa itu diapit oleh tiga gunung api aktif, yakni Semeru, Bromo, dan Lamongan. Abu vulkanik dari letusan gunung membuat tanah di kabupaten tersebut subur.

Salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Lumajang adalah pisang mas kirana. Jenis pisang ini sebelumnya kurang mendapat tempat di hati masyarakat, masih kalah bersaing dengan pisang agung yang telah lama menjadi produk unggulan kabupaten Lumajang.

Sebenarnya jenis pisang ini memiliki potensi yang bagus, dengan rasanya yang manis dan bentuk mungil. Dengan alasan tersebut Kelompok Tani di Desa Kandang Tepus, Kecamatan Senduro, kemudian mulai serius menggarap pisang mas kirana pada tahun 2001 silam.

Tak berselang lama gayung pun bersambut, karena Pemkab Lumajang juga turut membantu perkembangan dan pemasaran pisang mas kirana ke berbagai kota besar di Indonesia. Sejak itulah masyarakat Lumajang mulai percaya diri menanam pisang mas kirana sebagai penunjang kebutuhan hidup.

Awalnya, harga pisang mas kirana hanya Rp 5.000-Rp 7.000 per tandan. Namun, kini harga pisang suguhan di istana kepresidenan itu bisa mencapai Rp 75.000 per tandan.

Kini, hampir 60 persen masyarakat Lumajang bercocok tanam pisang dan membentuk kelompok tani penanam pisang mas kirana. Salah satunya adalah Kelompok Tani Raja Mas di Desa Kandang Tepus, Kecamatan Senduro. Warga yang tinggal di ketinggian 650 meter di atas permukaan laut (mdp) itu menggantungkan hidup dari tanaman pisang mas kirana.

"Petani di sini memiliki penghasilan 3 juta rupiah per dua minggu. Mereka hidup dengan membudidayakan pisang mas kirana. Otomatis, perekonomian warga terangkat," kata Adnan saat ditemui di Kantor Kelompok Tani Raja Mas.

Para petani harus memperhatikan musim mulai menanam bibit pisang dan pola pemeliharaan tanaman dengan memperhatikan jarak tanam. Terakhir, pola pemupukan. Saat ini, para petani pisang sudah lebih banyak beralih dengan pupuk organik.Kualitas pisang mas kirana sudah tidak diragukan lagi. Berdasarkan cerita Adnan ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkunjung ke Lumajang pada Juli 2013 lalu. "Pak Susilo Bambang Yudhoyono juga kepincut dengan pisang manis ini, beliau juga mengatakan pisang ini juga selalu ada di meja makan Istana Negara," ceritanya.

Untuk memenuhi standar pasar kualitas memang sangat diperhatikan, terutama dalam hal kemasan. Pisang mas kirana dikemas dalam kardus dengan berat 11 kilogram. Kemudian dikirim ke sejumlah daerah, seperti Surabaya, Malang, Jakarta, dan luar pulau Jawa. Sebungkus pisang kirana biasanya dijual dengan Rp 90 ribu.

Tak berhenti sampai di situ, bisnis buah pisang mas kirana juga merambah dunia internasional setelah mendapatkan sertifikat Global GAP (Good Agriculture Praktice) dari Lembaga Control Union, Belanda, pada Maret 2013. Beberapa petani bahkan ada yang memasarkan langsung ke sejumlah negara di Asia, seperti Malaysia, Singapura, Berlin hingga Swiss.

"Saat ini sudah ada 10 perusahaan yang menjalin kejasama dengan para petani pisang mas kirana. Kemudian promosi dari person to person diperlakukan sembari memperkuat pasar pada tingkatan Kabupaten Lumajang dan sekitarnya," Ujar Sohibul, Sekretaris Kelompok Tani Raja Mas.


sumber : http://www.ayogitabisa.com/